Mensiasati Kertas Transfer Digital Sablon
Untuk menghasilkan cetakan tepat pada sablon digital selain dipengaruhi oleh pemanasan dari mesin cetak juga dipengaruhi oleh kualitas kertas. Kertas yang dianjurkan dalam sablon digital yaitu kertas transfer. Kertas ini sama dengan kertas hvs hanya salah satu bab permukaannya dilapisi oleh coating untuk cetakan digital.
Lapisan ini bersifat lembek dan tidak tahan air yang gunanya untuk menahan tinta sublime semoga tidak merembes ke kertas dasar. Karena sifatnya yang tidak tahan air maka proses pemanasan dengan memakai kertas transfer menghasilkan cetakan yang tepat alasannya sembilan puluh persen hasil printout gambar tercetak kedalam kaos atau materi cetakan. Sebenarnya tidak harus memakai kertas transfer sebagai media cetak, kertas biasapun sanggup digunakan. Tapi hasil cetakan digital sablon kurang sempurna, cenderung pucat alasannya hanya lima puluh hingga delapan puluh persen saja warna yang tercetak selebihnya terserap dalam kertas. Kertas biasa tidak dianjurkan untuk mesin press yang memiliki daya dibawah 900 watt alasannya hasil cetakannya tidak begitu bagus. Lalu bagaimana cara mengatasi kertas transfer ini mengingat harganya yang mahal?
OK, aku kasih tahu tipnya biar Anda sanggup menghemat pengeluaran dan mendapat laba yang berlebih dari bisnis digital sablon ini. Bahan yang diharapkan yaitu kertas hvs bekas, terserah bekas fotokopi atau bekas lainnya, dianjurkan gramasinya 80 gram, jikalau tidak ada pakai kertas bw tipis dari majalah, tidak problem ada gambar dan tulisannya yang penting tidak sobek. Nah ini rahasianya, tepung kanji ( mas kita mau bikn digital sablon bukan mau bikin gorengan….? ). Tenang saja, harap jangan komentar dulu sebelum Anda mempraktekkan tip aku ini.
Tepung kanji yaitu materi yang dipakai untuk menciptakan lem kertas. Dijual di banyak daerah dan harganya sangat murah untuk menciptakan lem kertas, apalagi jikalau mau menciptakan kertas transfer. Untuk menciptakan cairan coating kertas transfer ini caranya dengan melarutkan tepung kanji dengan air secukupnya, encer tidak mengental. Setelah diaduk rata panaskan dengan api yang bersuhu rendah untuk mengurangai penggumpalan lem. Sambil dipanaskan terus aduk hingga tepung menjadi lem cair dengan warna bening. Ingat lem harus cair dan berwarna bening rata, tidak ada gumpalan lem. Kalau ada gumpalan lem aduk kembali atau saring lem tersebut.
Gunakan lem tersebut sebgai pelapis kertas transfer. Gunakan screen dengan kerapatan 77-90 T atau screen untuk menyablon kaos sebagai alat untuk menyapu rata permukaan kertas. Keringkan kertas tersebut secara alami, usahakan kertas tidak melengkung atau gunakan selotip di setiap ujung kertas pada waktu proses pengeringan. Biasanya kertas yang diberi lapisan lem akan meluntung, untuk mengatasi hal tersebut sesudah kering kertas sanggup dipres dengan cara menumpukkan alat pemberat di atas kertas, diamkan sehari hingga kertas rapih.
Sekarang kertas sanggup dipakai untuk mencetak tinta sublime. Selamat mencoba…. Jangan lupa kasih komentar ya….
Tips:
Jangan gunakan kertas yang ada cotingan atau pelapis kertas baik coatingan plastic maupun coatingan sprey, alasannya pada waktu proses pengepresan coatingan akan meletus dan berakibat rusaknya hasil cetakkan.
Gunakan kertas bw tipis, kertas hvs cenderung menyerap lem dan luntungannya banyak. Kalau ingin murah sanggup dipakai kertas majalah bekas.
Diskusi